EKSISTENSI BUDAYA LOKAL SEBAGAI PENGUAT NASIONALISME

EKSISTENSI BUDAYA LOKAL SEBAGAI PENGUAT NASIONALISME

  • Neneng Rika Jazilatul Kholidah Universitas Islam Majapahit

Abstract

ABSTRACT
The waning of nationalism caused by internal problems and external impacts in the era of globalization that can not be avoided and prevented. Strengthening a sense of nationalism can begin with the cultivation of a sense of love in the area that is the birthplace through the introduction and understanding of various aspects. This study aims to examine the existence of local culture as an amplifier of nationalism. This type of research uses descriptive qualitative approach. Research subjects are community leaders and humanists. Data collection techniques through interviews and observations. The validity of the research instrument uses expert validation test. The results of the study found: 1) the existence of a local culture that is still maintained because in it there are religious values, tolerance, mutual cooperation, responsibility, 2) even in the midst of the onslaught of radicalism understanding today is not able to destroy the local culture remains sustainable and proven able to strengthen a sense of nationalism.
Keywords: existence of local culture, reinforcement of nationalis.

References

[1] Takdir ilahi. Muhammad. 2014. Nasionalisme dalam Bingkai Pluralitas Bangsa. Jogjakarta. Ar-ruzz media.
[2] Tobroni. 2012. Relasi Kemanusiaan dalam Keberagaman (Mengembangkan Etika Sosial Melalui Pendidikan). Bandung. Karya Putra Darwati.
[3] Ranjabar, J.2014. sistem sosial budaya Indonesia. Bandung. Alfabeta.
[4] Koentjaraningrat. 2000. Kebudayaan Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta. Aksara Baru.
[5] Purwadi. 2005. Budi Pekerti Jawa : Tuntutan Luhur Budaya Adiluhung. Yogyakarta. Pustaka Pelajar.
[6] Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa. 2008. Edisi keempat.Jakarta. Gramedia Pustaka Utama.
[7] Zainal Abidin. 2006. Filsafat Manusia : Memahami Manusia melalui Filsafat. Bandung. Remaja Rosdakarya
[8] Elly. M. Setiadi,dkk. 2011. Ilmu Sosial Budaya Dasar. Jakarta. Kencana Persada Media Grup.
[9] Ismail Nawawi. 2011. Konflik Umat Beragama dan Budaya Lokal. Bandung. Lubuk Agung.
[10] Sedjaja, S. Djuarsa. 1994. Teori Komunikasi. Jakarta. Universitas Terbuka
[11] Budi Juliardi. 2014. Pendidikan Kewarganegaraan untuk Perguruan Tinggi. Jakarta. Rajawali Pers.
[12] Hans Koh. 1984. Nasionalisme, Arti dan Sejarahnya. Jakarta. PT Pembangunan.
[13] Soerjono Soekanto. 1983. Kamus Sosiologi. Jakarta. CV Rajawali.
[14] Mifdal Zusron Alfaqi. 2015. Memahami Indonesia melalui Perspektif Nasionalisme. Jurnal Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan.
[15] Ana Irhandayanignsih. 2010. Peran Pancasila dalam Menumbuhkan Kesadaran Nasionalisme Generasi Muda di Era Globalisasi, Pengajar jurusan Ilmu Perpustakaan Fakultas Ilmu Budaya Universitas Diponegoro.
[16] Lexy. J. Meleong. 2000. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung. PT Remaja Rosdakarya.
[17] Amin, Darori. 2000. Islam dan Kebudayaan Jawa. Yogyakarta. Gama Media.
[18] Departemen Pendidikan RI. 1990. Ensiklopedia National Indonesia. Jakarta. PT Cipta Adi Pustaka Jilid 11.
Published
2020-01-18
How to Cite
JAZILATUL KHOLIDAH, Neneng Rika. EKSISTENSI BUDAYA LOKAL SEBAGAI PENGUAT NASIONALISME. Prosiding SNP2M (Seminar Nasional Penelitian dan Pengabdian Masyarakat) UNIM, [S.l.], n. 2, p. 168-174, jan. 2020. ISSN 2655-9781. Available at: <http://snp2m.unim.ac.id/index.php/snp2m/article/view/392>. Date accessed: 28 sep. 2020.